Pages

Kamis, 04 April 2013

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman


3067. Ali bin Khasyram menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami dari Al A'masy dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah RA, ia berkata, "Ketika turun ayat, 'Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman,' (Qs. Al An'aam [6]: 82) kaum muslimin merasa berat karenanya. Oleh karena itu, mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, siapa yang tidak pernah menzhalimi dirinya?!' Rasulullah SAW bersabda, 'Bukan seperti yang kalian maksudkan. Akan tetapi maksud zhalim itu adalah syirik (menyekutukan Allah). Tidakkah kalian mendengar apa yang dikatakan oleh Luqman kepada anaknya, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar?'." (Qs. Luqmaan [31]: 13) Shahih: Muttafaq alaih

berbohong kepada Allah?


3068. Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Ishaq bin Yusuf menceritakan kepada kami, Daud bin Abu Hind menceritakan kepada kami dari Asy-Sya'bi dari Masruq RA, ia berkata, 
        "Aku pernah duduk bersandar di rumah Aisyah, tiba-tiba Aisyah berkata, 'Hai Abu Aisyah, ada tiga hal yang siapa saja mengatakan salah satu di antaranya, maka ia telah mengatakan kebohongan terbesar terhadap Allah: Barangsiapa yang mengatakan bahwa Muhammad telah melihat Tuhannya, maka ia telah mengatakan kebohongan terbesar terhadap Allah, sebab Allah SWT telah berfirman. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang ia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ' (Qs. Al An'aarr. [6]: 103) 'Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan ia kecuali dengan perantara wahyu atau di belakang tabir.' (Qs. Asy-Syuuraa [26]: 51) 
      Saat itu aku masih bersandar, namun ketika mendengar penjelasan ini aku segera duduk dan berkata, 'Hai Ummul Mukminin, tunggu dulu dan jangan tergesa-gesa. Bukankah Allah SWT berfirman, 'Dan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada waktu yang lain.' (Qs. An-Najm [53]: 13) 'Dan sesungguhnya Muhammad itu melihatnya di ufuk yang terang?' (Qs. At-Takwiir [81]: 23) 
      Aisyah berkata, 'Aku —demi Allah— orang pertama yang menanyakan hal ini kepada Rasulullah SAW, beliau menjawab, 'Itu adalah Jibril. Aku tidak pernah melihatnya dalam bentuk aslinya kecuali pada dua waktu itu. Aku melihatnya turun dari langit. Besarnya Jibril menutupi antara langit dan bumi.' Barangsiapa yang mengatakan bahwa Muhammad telah menyembunyikan sesuatu dari apa yang diturunkan Allah kepadanya maka ia telah mengatakan kebohongan terbesar terhadap Allah, karena Allah SWT berfirman, 'Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.' (Qs. Al Maa'idah [5]: 67) Barangsiapa yang mengatakan bahwa ia (Muhammad) mengetahui apa yang akan terjadi besok, maka ia telah mengatakan kebohongan terbesar terhadap Allah, karena Allah SWT telah berfirman, "Katakanlah, 'Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah'. " Shahih: Muttafaq alaih

memohon petunjuk

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Daripada ‘Umar bin al-Khaththab (semoga Allah meredhainya), dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tidak lain hanyalah dengan niat dan sesungguhnya bagi setiap orang hanyalah apa yang dia niatkan." (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan hadis daripada ‘Abdil Muhaimin bin ‘Abbas bin Sahil bin Sa’din as-Sa’idi (r.a), hadis daripada bapanya, hadis daripada datuknya, (kata datuknya) daripada Nabi SAW bersabda: "Tiada solat bagi barangsiapa yang tiada wuduk, tiada wuduk bagi barangsiapa yang tidak membaca ‘Bismillah’ semasa berwuduk, dan tiada solat bagi barang siapa yang tidak berselawat atas Nabi, dan tiada solat bagi orang yang tidak sukakan orang ansar.’ (Hadis Riwayat Ibnu Majah)

"Tidak sempurna solat seseorang sehingga dia menyempurnakan wuduknya sebelum dia bertakbir, memuji Allah 'Azza wa Jalla, menyanjung-Nya, dan membaca ayat-ayat al-Quran yang mudah baginya (dihafalnya)
(Hadis Riwayat Abu Daud ia dinilai sahih oleh al-Albani dalam Sahih Sunan Abu Daud, hadis no. 856.)



Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Al 'Ala" bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang melaksanakan shalat, namun di dalam shalatnya tidak membaca ummul Quran (Al Fatihah), maka shalatnya kurang, shalatnya kurang, dan tidak sempurna. Abdurrahman berkata, aku berkata, "Wahai Abu Hurairah, aku terkadang berada di belakang imam." Abu Hurairah berkata, "Wahai Ibnu Al Farisi, bacalah di dalam hatimu. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 
'Allah berfirman, "Aku telah membagi shalat antara diriku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Setengahnya untuk-Ku dan setengahnya lagi untuk hamba-Ku. Bagi hamba-Ku apa saja yang ia mohonkan. Seorang hamba membaca dan mengucapkan 'Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam' maka Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.' Ia (hamba) membaca 'Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang' maka Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.' Ia membaca 'Allah yang memiliki hari pembalasan' maka Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku dan bacaan ini untuk-Ku. Antara diri-Ku dan hamba-Ku ada bacaan 'hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan ', dan akhir surat ini adalah milik hamba-Ku. Bagi hamba-Ku apa yang ia mohonkan.' Ia (hamba) membaca 'Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat'.

"Diriwayatkan dari Hudzaifah ra, beliau berkata, "aku pernah solat bersama Nabi SAW. Lalu baginda membaca subhana robbiyal adzimi dalam rukuknya. Dan ketka sujud membaca subhana rab al-a'la. Dan setiap baginda membaca ayat rahmat, Nabi SAW diam lalu berdoa (agar rahmat tersebut diberikan kepadanya), sedangkan pada saat membaca ayat tentang seksa Allah SWT (adzab) baginda selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT." (Sunan al-Darimi, no 1273).

"Rabi' bin Nafi' menceritakan kepada kami, dari Uqbah bin Amir ra, beliau berkata: Bertasbihlah kamu kepada Tuhanmu Yang Maha Agung," Rasulullah SAW lalu bersabda, "Jadikanlah bacaan itu dalam setiap rukukmu." Manakala turun ayat "Bertasbihlah kepada Tuhanmu Yang Maha Tinggi," Rasulullah kemudian bersabda, kerjakanlah perintah itu dalam setiap sujudmu." (ada riwayat lain) bahwa Ahmad bin Yunus menceritakan kepada kami sebuah hadis yang diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra dengan kandungan yang sama, beliau berkata bahawa Rasulullah SAW kalau rukuk baginda mengucapkan subhana robbi al- adzimi wa bihamdihi tiga kali." (Sunan Abi Dawud, no 736).

Sami'allaahu liman hamidah. Rabaanaa walakal hamdu. (Maha mendengar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji.")

Dari Abu Hurairah ra berkata : Bahwasanya Nabi SAW bersabda : “Apabila imam membaca “Sami’allahu liman hamidahu” (Allah Maha mendengar bagi siapa yang memuji-Nya), maka bacalah : “Allahumma Robbanaa lakal hamdu” (Ya Allah Tuhan kami hanya kepada Engkaulah segala puji), karena sesungguhnya barangsiapa yang bacaannya bersamaan dengan bacaan malaikat, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu."(Hadis riwayat Bukhari))

Dari Ibnu Abbas ra, berkata : Nabi SAW bersabda : "Aku diperintah sujud diatas tujuh tulang dan dahi, dan baginda memberi isyarat dengan kedua tangannya ke hidung baginda, kedua tangannya, kedua lututnya dan kedua ujung kakinya, dan kami tidak menggabung pakaian dan rambut".(Hadis Riwayat Bukhari)


 "Telah berkata Abu Humaid As-Sa‘idiy: "Aku adalah orang yang paling hafal (mengetahui) akan shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku melihat ketika Baginda bertakbir, Baginda mengangkatkan tangan Baginda sejajar dengan dua bahunya. Apabila rukuk, Baginda letakkan kedua tangannya pada kedua lutut. Kemudian Baginda membungkukkan punggung. Apabila Baginda mengangkat kepala (dari rukuk) Baginda tegak sehingga setiap tulang belakangnya kembali ke tempatnya. Apabila sujud Baginda letakkan kedua tangan Baginda dengan tidak mencengkam dan tidak pula menggenggam, dan Baginda hadapkan hujung jari-jari Baginda ke arah kiblat. Apabila Baginda duduk pada rakaat ke dua, Baginda duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Apabila Baginda duduk pada rakaat akhir maka Baginda julurkan kaki kiri dan ditegakkannya kaki kanan dan Baginda duduk di atas tempat duduk Baginda (tikarnya)". (Hadis riwayat Al-Bukhari)


"Daripada Ibnu ‘Abbas sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca doa ketika duduk antara dua sujud: "Ya Allah! Ampunilah dosaku, rahmatilah aku, tutupkanlah keaibanku, berilah aku petunjuk dan kurniakanlah aku rezeki." Manakala di dalam riwayat Ibnu Majah (ditambah): "Angkatkanlah kedudukanku." (Hadis riwayat At-Tirmidz)

“Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqn
عن ابن عباس ان النبى صلى الله عليه وسلم كان يقول بين السجتين اللهم اغفرلى وارحمنى واجبرنى واهدنى وارزقنى.
Dari Ibnu ‘Abbas “sesungguhnya nabi s.a.w membaca di antara dua sujud : “Ya Allah ampunilah aku beri rahmatlah aku, cukupilah aku, pimpinlah aku, dan beri rezekilah aku” (Riwayat Tarmizi dan Abu Daud).



التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى  مُحَمَّد وعلى آلِ  مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ  إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ  مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ  إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد .

Segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan hanya milik-Mu ya Allah,
 Salam sejahtera untukmu wahai para Nabi, dan rahmat Allah serta barakah-Nya.
Salam sejahtera untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh .
 Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, 
dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya,
 Ya Allah limpahkan selawat-Mu kepada  Muhammad dan  kepada keluarga Muhammad. 
Sebagaimana Engkau telah limpahkan selawat kepada  Ibrahim dan juga kepada keluarga Ibrahim,
 dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, 
sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. 
Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.



mari kita mulai saat ini benar benar meminta petunjuk padaNya,
di zaman yang antah berantah ini
tidak ada penolong lagi selain Dia
Mari kita Salat

tapi jangan lupa jagalah perilaku kita setelahnya
silahkan baca surat annur ayat 35-40


sebagian diambil dari 


Minggu, 31 Maret 2013

Sholat

CAUTION:postingan ini tidak dianjurkan untuk dibaca oleh orang lain selain penulisnya sendiri karena banyak apa apa yang mau dituliskan malah tidak tersampaikan disini oleh penulis, jadi kemungkinan besar hanya penulis sendiri yang dapat memahami tulisan ini, InsyaAllah  (((((kebanyakan ialah opini)))) mohon baca artikel lain aja (alur bacaan bersifat acak)
1 Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 2 Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3 dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. 4 Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5 (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, 6 orang-orang yang berbuat ria. 7 dan enggan (menolong dengan) barang berguna.(al maun/1-7)



logikanya 
Sholat itu Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar

tapi kenapa shalat yang kita ulang setiap hari dan 5 kali sehari terkadang dia tetap keji dan mungkar?
berarti dia tidak shalat
(cek kakune, maksudnya coba bayangkan sesuatu yang kerjakan berulang ulang akan menjadi kebiasaan dan menjadi mind set seharusnya,, coba resapi bacaan shalat lalu resapi, bayangkan doa doa yang ada didalamya kalau benar benar kita resapi pasti kita akan berusaha juga untuk menjaga perilaku kita supaya doa kita di kabulkan)

padahal didalam sholat banyak bacaan bacaan yang jika diartikan merupakan doa , tetapi prakteknya kebanyakan kita tidak membuatnya seperti doa, melainka sebagai penggugur kewajiban saja dan dia berdiri untuk berangkat shalat dia berangkat dengan wajah malas , dan tidak niat

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.(An-Nisa' 142)

dan orang benar benar salat logikanya dia berhadapan dengan tuhan
tapi logikanya kita sering lupa kalau kita sedang menghadap tuhan
Menurut Imam Zamakhsyari; “Khusuk dalam solat ialah hati berkeadaan takut dan mata selalu tunduk (ke tempat sujud)”. (al-Kasysyaf)

Berkata Imam Al-Alusi, “Khusyuk ialah merendahkan diri dengan perasaan takut di samping tenang anggota badan.” Ibn Jarir meriwayatkan bahawa sahabat Abdullah ibn Abbas berkata, “Mereka yang khusyuk ialah mereka yang takut lagi tenang.”

Ali bin Abi Talib berkata, “(Khusyuk) tempatnya ialah di hati.” Sebagaimana diceritakan tentang kekhusyukan hati saidina Ali dalam solatnya, apabila anak panah berjaya dicabut dari belakangnya ketika dia solat.‎

 sahabat Ubadah bin Somit berkata, “Tidak berapa lama lagi akan ‎‎sampai satu zaman apabila kamu memasuki masjid kamu tidak akan menemui lagi lelaki ‎‎yang khusyuk.” ‎

1 Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2 (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk. 44 Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir? 45 Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, 46 (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

artikel ini terkait dengann artikel cahaya yang tembus ke dalam hati

cahaya yang masuk di dalam dada


Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.


(Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu

cermin analogi

sekarang bayangin , bener bener bayangin, jadi aja diri lo sendiri, baca dan rasain secara perlahan seakan itu lo yang mengalaminaya, ceritanya lo suka sama adek kelas

           jujur aja, pertama kali aku dengar kalo kamu diterima di sma ini, aku merasa senang aku bisa ketemu kamu lagi. Semakin hari rasa cinta itu makin tumbuh. Ga bisa di ungkapin lagi, meskipun kita beda kelas beda angkatan, tapi rasanya kamu itu deket sama aku, dan aku berharap kamu itu deket juga sama aku. Kamu memang cantik, setiap kali ada anak yang manggil nama kamu, ada perasaan aneh yang ga bisa dijelaskan, rasanya hatiku gemetaran begitu saja. setiap saat aku berusaha tampil sempurna di depanmu, tapi maafkan aku kalo aku selalu aja salting, dan sat ada anak yang make baju oranye aku selalu inget sama kamu, sekuat apapun aku ,aku merasa lemah didepanmu. kalo kamu mau minta sesuatu, aku akan ngelakuin apa aja yang aku bisa, surat ini aku tulis bukan buat nembak kamu cuma pingnin ngasih tau perasaan ku aja kalo aku seneng sama kamu, tolong jangan benci sama aku , aku tanpamu butiran debu.

 chhhiiiiaaaahhhhhh..  curhat banget isinya, tapi gue mau tanya, pernah ga kalian pernah punya perasaan kayak gitu sama cewek yang lo suka??? pastinya kan, natural banget,, kalo disebut namanya pasti gemeteran,, hehe.. meskipun disebutin nama cewek lainnya, beda banget sama nama dia, seaka dunia cuma milik berdua,



tapi coba sekarang, kalo gue sebut nama Allah,

23 Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulanggemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat AllahItulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya*. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.

seharusnya itu yang lo rasain saat nama Allah disebut
hatinya gemetar kalo disebut, selalu berusaha sebaik baiknya untuk mendapatkan RidhaNya(analog cinta), selalu mohon ampun kalo berbuat salah walau itu disengaja atau karena kebodohan kita, selalu apa bila dibacakan ayatnya yang ber ulang ulang kita selalu teringat padanya dan gemetar hatikita, apabila menemui ciptaanyya kita semakin teringat pada Allah, merasa rendah diri dihadapanya,, dan saat berdoa kita berserah diri padanya terhadap apa keputusannya karena yakin kalau keputusanyya itu baik baginya,, dan selalu takut untuk dilaknat oleh Nya,, pernahkah kita merasa demikian seakan kita cinta pada pacar kita sendiri , hara harta kita, target hidup kita??? seharusnya cinta kita padaNya melebihi semua itu,,, 

tapi masalahnya terkadang kita tidak takut pada Allah...
walaupun banyak perumpamaannya di alquran itu menyebutkan tentang bukti bukti  yang nyata bagi kita, 

Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. 4 Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, 5 dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. 6 Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.

Dengan apa lagi coba supaya iman kamu bertambah. kuat, terkadang kita meyakini tuhan itu ada, dengan banyaknya penemuan penemuan ilmiah ternyata sesuai dengan isi alquran, lalu kita seakan bilang "Oh benar, Allah itu ada" (titik) dan kita berhenti sampai disitu, iblis aja percaya kalo Allah itu ada,, apa kita mau disamakan dengan iblis,

lihat khutbah iblis saat diakhirat kelak
“Dan berkatalah setan ketika perkara (hisab) telah diselesaikan : “Sesungguhnya Allah telah menjanjikankepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyerumu, lalu kamu mematuhi seruanku, oleh karena itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang2 dzalim itu akan mendapatkan siksa yang pedih.”(QS. Ibrahim : 22)

mari kita dalami agama kita, kita gali lagi, mmpung masih diberi umur oleh tuhan , selayaknya kita gunakan waktu tersisa ini, tolong jangan gengsi untuk beribadah, dan menunda untuk memulai,, kita ga tau mati itu kapan

(YA ALLAH PERBAIKILAH URUSAN AGAMAKU YG MENJADI PEGANGAN BAGI SETIAP URUSANKU, PERBAIKILAH DUNIAKU YG DISITULAH URUSAN KEHIDUPANKU. PERBAIKILAH AKHIRATKU YG KESANALAH AKU AKAN KEMBALI. JADIKANLAH KEHIDUPANKU INI SEBAGAI TAMBAHAN KESEMPATAN UTK MEMPERBANYAK AMAL KEBAJIKAN, DAN JADILANKAH KEMAITIANKU SEBAGAI TEMPAT PERISTIRAHATAN DARI SETIAP KEJAHATAN).

ya Allah jadikan hamba kedalam orang orang yang engkau kehendaki untuk diberi petunjuk dari MU, jangan jadikan hamba condong pada kesesatan setelah datang padaku petunjukmu, karuniakan hamba rahmat yang mendukung

Sabtu, 16 Maret 2013

Tapi ingat ini dan jangan sampai

ANTARA SOMBONG dan UJUB

Sifat sombong, takabur dan tinggi hati selalu beranjak dari assumsi bahwa dirinya memiliki kelebihan, keistimewaan, keunggulan dan kemuliaan ketika dihadapkan pada kepemilikan orang lain.

termasuk merasa lebih BERILMU daripada orang laim, hati hati jangan sampai timbul dalam hati rasa sombong walau sedikit , meminta ampun kepadanya segera setiap saat dan hindari rasa sombong


""sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali Iblis ; Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir"? (Q.S. Al Baqarah : 34)
Pengertian sujud pada ayat diatas berarti menghormati dan memuliakan Adam. Bukan diartikan sujud memperhambakan diri, karena jenis sujud terakhir hanyalah semata-mata kepada Allah. Iblis diperintahkah oleh Allah untuk mengakui kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Adam. Konon, Adam diciptakan dari tanah dan Iblis dari api. Bagi Iblis, api lebih mulia dari tanah yang kotor. Karenanya, perintah Allah tadi ditolak mentah-mentah oleh Iblis dengan anggapan bahwa dia lebih mulia dari Adam dilitik dari asal penciptaannya

Iblis masuk neraka dan dikutuk oleh Allah untuk selamanya, bukan lantaran dia tidak mempercayai adanya Tuhan (atheis), tapi semata-mata karena prilaku sombong, angkuh, takabur dan tinggi hati.

JADI HATI HATI KALAU BERKATA (timbul perasaan)
(1)
AKU LEBIH BERPENGETAHUAN DARI PADA KAMU/(orang orang ini)

Pada suatu masa, kota Baghdad diramaikan dengan kabar kedatangan seseorang yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai wali (orang saleh). Guru spiritual dan syekh agung Baghdad, Junaidi Al Baghdadi menjumpai orang tersebut, bertanya : Anda-kah sang wali itu ?. Betul, jawab si tamu. Berdirilah Syekh Junaidi Al Baghdadi, berpidato dihadapan para muridnya. "Orang ini dusta. Tidak ada seorang wali yang mengetahui dirinya sebagai wali. Dan tak ada  seorangpun yang boleh mengatakan bahwa dirinya saleh".


(2)
secara terang terangan berbicara dengan orang awam
"Aku adalah orang yang lebih sampai"

(3)
berbicara/berdiskusi dengan orang yang sudah mengerti, dan membicarakan tentang ketidak tahuan orang lain
"seandainya mereka telah mengerti seperti kita"
(tapi ada sombongnya)
"ah,hanya begitu saja mereka tidak bisa melakukannya"
(meremehkan dan menertawakan orang lain, yang tidak bisa pada bidang yang kita lebih bisa dari mereka)

(4)
berkata walupun di dalam hati
"ini lho aku, orang kaya, aku memiliki fasilitas yang banyak dan aku bisa memanfaatkan semua ini untuk membangun negeri ini"
"ini lho ilmuku lebih banyak dari kamu, aku lebih bisa menterapkan ilmuku dari pada kalian orang orang yang jahil,fasik, tentu pahalaku lebih banyak, dan ibadahku lebih banyak dan diterima dari pada kalian"
(lihat no 6)
"kok kelompok mereka sih yang dipilih, seharusnya kan kelompok kita, kita lebih bagus dari mereka, ini ga adil"

(5)
kita meminta petunjuk pada Nya
lalu diberikan melalui jalan yang menurut kita itu rendah, malah mengingkarinya dan berkata
"ya mana mungkin, kalau petunjuk itu datang dari kamu, pastilah datang dari orang yang lebih baik, aku akan tetap menunggunya sampai petunjuk itu datang"
[sama seperti orang yahudi yang mengharapkan datangnya seorang rasul, akan tetapi setelah datang Rasulullah mereka mengingkarinya,]

Orang sombong juga pasti ada penyebabnya. Misalnya, karena dia takut ditolak karena kurang baik atau tidak sebaik yang diharapkannya. Sehingga untuk diterima orang lain dia harus sedikit membual, menyombongkan, dan membesarkan dirinya. Tanpa disadarinya, tindakan itu justru membuat orang menjauh, persis seperti BB.

(6)
(cuplikannya sebagai berikut)
Kemudian ada lagi malaikat hafazhah yang naik ke langit dengan membawa amal hamba Allah yang sangat memuaskan, dipenuhi amal sedekah, puasa, dan bermacam-macam kebaikan yang oleh malaikat hafazhah dianggap demikian banyak dan terpuji. Namun sewaktu sampai di langit ketiga berkata malaikat penjaga pintu langit yang ketiga, "Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku malaikat penjaga orang yang sombong. Allah memerintahkanku untuk tidak menerima orang sombong masuk. Jangan sampai amal ini melepasiku untuk mencapai langit berikutnya. Salahnya sendiri ia menyombongkan dirinya di tengah-tengah orang lain.

Kemudian ada lagi malaikat hafazhah naik membawa amal seorang hamba : solat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak yang baik, pendiam, tidak banyak bicara, berzikir kepada Allah. Amalnya itu diiringi para malaikat hingga langit ketujuh, bahkan sampai menerobos memasuki hijab-hijab dan sampailah kehadapan Allah.

Para malaikat itu berdiri dihadapan Allah. Semua menyaksikan bahwa amal ini adalah amal yang soleh dan ikhlas kerana Allah SWT. Namun Allah berfirman, " Kalian adalah hafazhah, pencatat amal-amal hambaKu. Sedangkan Akulah yang mengintip hatinya. Amal ini tidak keranaKu, yang diniatkan oleh si pemilik amal ini bukanlah Aku. Amal ini tidak diikhlaskan demi Aku. Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan amalan itu. Aku laknat dia, kerana menipu orang lain, dan juga menipu kalian (para malaikat hafazhah), tapi Aku takkan tertipu olehnya.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” 


jangan sombong, please !